Friday, February 13, 2009

BONCENG-MEMBONCENG


Pertamanya saya ingin mengucapkan ucapan tahniah,terima kasih dan syabas kepada seorang mahasiswa yang bernama saudara izzuddin yang menjadi khatib pada khutbah hari jumaat 13 februari 2009 di Pusat Islam UPMKB.Insan yang beginilah diperlukan oleh masyarakat kerana beliau mampu menyampaikan amar makruf dan nahi mungkar.Tidak semua manusia mempunyai kebolehan sepertinya iaitu lantang bercakap dan berperibadi mulia.
Seterusnya kita kembali kepada teks khutbah yang disampaikan olehnya,yang pertama ialah beliau mengajak para jemaah supaya menanamkan semangat mencintai Allah SWT melebihi segalanya dia atas benda dimuka bumi ini.Yang kedua ialah beliau mengajak orang ramai supaya mencintai Rasullulah SAW kemudian kedua ibubapa dan saudara-saudara seislam.
Point yang seterusnya ialah beliau meberitahu kepada jemaah sekalian bahawa menyambut valentine day itu adalah haram disisi agama islam.Seterusnya beliau melahirkan rasa kesal dan bimbang beliau terhadap remaja islam yang terpengaruh dengan budaya barat dan yahudi laknatullah.Antara gejala sosial yang berlaku dikalangan remaja masa sekarang ialah sms lucah,bercouple,berzina dan bonceng membonceng antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim yang kian menjadi-jadi.
Akhirnya saya menyeru kepada semua pembaca sekalian marilah kita memuhasah diri kita dan kembali bertaubat kepada Allah SWT kerna pintu taubat masih terbuka sebelum kita menyesal pada hari akirat kelak....Segalanya atas REDA ALLAH...

Wednesday, February 11, 2009

Wawancara eksklusif bersama juru bicara Brigade Al-Qassam.





Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, menegaskan bahwa perang ‘furqon’ membuat perubahan besar di tubuh bangsa Arab dan umat Islam. Perang ini juga membentuk kesadaran dan solidaritas cukup besar dalam pemahaman perjuangan dan jihad yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam wawancara khusus dengan infopalestina, Abu Ubaidah mengatakan;”Perang ini telah mencetak jutaan orang baru yang simpati dengan perlawanan dan perjuangan. Saya yakin hal itu akan bisa membentuk perubahan besar, barangkali tidak secepatnya, tapi, insya Allah, pada level sejumlah pemerintah, telah menjadi keyakinan bahwa dengan membantu perjuangan ini akan menjaga kemuliaan mereka.”

Berikut wawancara tersebut secara lengkap:

Di Medan Jihad…..

Menurut Anda, apa rahasia utama kemenangan ini?

Setelah itu berpulang kepada takdir Allah ta’ala, rahasia lain adalah karena keteguhan, kegigihan dan menjalankan rencana yang telah dirancang sebelumnya dalam menghadapi perang model seperti ini. Begitu juga pada keuletan Palestina di level masyarakat dan faksi-faksi perlawanan. Ditambah lagi taktik dan strategi militer yang handal berikut methode perang yang kami terapkan dalam menghadang militer Zionis Israel.

Tanpa merinci, tentu Anda sudah mendapatkan informasi tentang agresi ini sebelumnya, lalu bagaimana persiapan Anda dalam menghadapi perang ini. Khususnya pernyataan pihak Anda tentang strategi baru dalam menghadapi serangan dan Anda akan menggunakan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya?

Tentu kami sudah siap sampai pada kemungkinan-kemungkinan seburuk apapun yang bisa saja terjadi. Semua tindakan kami sesuai rencana sebelumnya dalam menghadapi serangan udara. Termasuk gebrakan pertama adalah kami berhasil melepaskan rudal jenis Grad dan Qassam yang sudah dikembangkan hingga menjangkau 40 km lebih. Menurut kami, pelepasan itu merupakan pukulan telak dan mengagetkan bagi pihak intelijen dan pimpinan militer Zionis Israel. Kondisi ini berlangsung hingga satu pekan penuh. Kemudian perang darat dimulai di medan perang. Jam-jam pertama terjadi beberapa pukulan telak saat militer Zionis Israel hendak merangsek masuk ke Jalur Gaza, walaupun wilayah tersebut sudah terbuka. Senjata dan alat-alat tempur militer Zionis Israel kami hadang dengan serangkain tembakan misil dan rudal. Baku tembak ini tetap berlangsung hingga diumumkannya gencatan senjata.

Setiap perang pasti memiliki kisah dan kejadian yang tidak bisa Anda lupakan, apa kisah dan kejadian tersebut?

Sebetulnya banyak kisah dan kejadian itu, tapi ada kejadian yang luar biasa dan historis. Salah satu pejuang Palestina saat itu tengah siap melakukan penyerangan ke sebuah kelompok serdadu Zionis Israel. Serangan itu sudah dilakukan dengan misil, terjadi baku tembak antara dia dengan kelompok serdadu ini. Ia diserang dengan misil hingga tangan kirinya hampir buntung. Namun pejuang ini tetap ingin menyerang dengan meledakkan bom di tengah-tengah serdadu Israel. Dan benar, ia berhasil meledakkan bom dan melarikan diri dengan selamat sementara tangan kirinya masih belum jatuh. Kondisi ini membuat dirinya tidak nyaman, hingga akhirnya, tangan itu ia patahkan sendiri. Setelah itu, kembali menyerang dengan semangat yang luar biasa.

Kejadian ini menjadikan serangan militer Zionis ditingkatkan terus kepada pejuang Palestina yang berada di sebuah tempat yang luasnya tidak lebih dari 0,5 km2, selama tujuh jam berturut-turut tiada henti. Saat diserang, para pejuang itu tetap shalat berdiri hingga selesai. Setelah selesai shalat di malam itu, dua pejuang gugur syahid dalam perang berani, melawan secara langsung (berhadap-hadapan) dengan serdadu Zionis Israel.

Seorang penulis Mesir, Muhammad Husnein Haekal, dalam wawancara televisi mengatakan;”Perang Gaza belum berakhir dan bahaya yang akan datang lebih besar dari apa yang dibayangkan oleh bangsa Arab….” Menurut Anda, karena posisi Anda selaku salah satu komandan di lapangan, bahaya apa yang dibicarakan Haekal itu?

Disana ada upaya dari pihak Zionis Israel dengan penggagasan sikap politik yang akan bisa membahayakan bangsa Arab semuanya, bukan terhadap perlawanan jihad. Termasuk akan membahayakan kepemimpinan Mesir, khususnya berkenaan dengan penghentian penyelundupan senjata. Oleh karena itu bahaya ini melampaui diluar wilayah Jalur Gaza. Saya berharap bahaya ini menjadi faktor penggugah para pemimpin Arab.

Di masyarakat Arab tersebar berita bahwa perang furqon ini akan merubah keadaan, menurut pendapat Anda perubahan itu seperti apa?

Disana akan ada perubahan besar di dunia Arab dan Islam. Perang ini juga membentuk kesadaran dan solidaritas cukup besar dalam pemahaman perjuangan dan jihad yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perang ini telah mencetak jutaan orang baru yang simpati dengan perlawanan dan perjuangan. Saya yakin hal itu akan bisa membentuk perubahan besar, barangkali tidak secepatnya, tapi, insya Allah, pada level sejumlah pemerintah, telah menjadi keyakinan bahwa dengan membantu perjuangan ini akan menjaga kemuliaan mereka.

Masyarakat Arab mengatakan bahwa jumlah syahid di perang ini (khususnya warga sipil) sangat besar, menurut penilaian Anda seperti apa?

Memang jumlah syahid besar dan Zionis Israel sengaja membunuh mereka. Di lima menit pertama perang saja, sudah 200 syahid yang gugur, sebagian besar dari kalangan sipil. Ini yang sengaja dilakukan pihak Israel untuk menekan pejuang Palestina dan memukul telak. Selama perang, Israel sengaja membidik warga sipil agar kami mau kompromi dan mundur. Namun di lapangan, keadaan itu berubah drastis dan perang memaksa kami untuk terus melawan tanpa henti. Maka Zionis Israel adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas hasil perang ini, dan tentu, bukan kami.

Bagaimana hubungan antara penduduk Gaza dengan pihak Anda selama perang? Dan sampai dimana hubungan itu berlangsung pascaperang sekalipun?

Hubungan itu bersifat saling menguatkan dan saling mendukung. Kami dan mereka sama-sama menjadi target militer Zionis Israel. Hal ini yang menjadikan mereka sangat erat dengan kami. Semua merasa satu perasaan bahwa perang ini adalah perang mereka juga. Tak ada pilihan lain bagi mereka selain terus gigih dan teguh dalam perjuangan dan jihad. Setelah perang, kami begitu sangat dekat dengan penduduk. Kami ingin sama-sama menghapus luka dan duka yang dialami oleh bangsa Palestina.

Untuk penduduk Palestina di Tepi Barat, apa sikap mereka terhadap krisis ini? Apakah Anda memperkirakan sesuatu yang belum terjadi? Sikap penduduk Palestina ‘48 juga seperti apa sikapnya?

Sikap penduduk Tepi Barat dan Palestina ‘48 sangat responsif dalam melakukan sukungan dan solidaritasnya. Namun kami tahu kondisi mereka. Di Palestina ‘48 masih dijajah, di Tepi Barat dua penjajahan (Israel dan aparat Abbas, red.). Untuk itu kami meminta perlawanan di Tepi Barat terus ditingkatkan.

Menurut Anda, sikap masyarakat Arab bagaimana selama ini?

Cukup bagus dan menunjukkan akan kesadaran yang tinggi dalam loyalitas. Tapi kami minta untuk ditingkatkan karena perang ini akan berlangsung lama. Kesadaran ini mudah-mudahan tidak bersifat emosional, tapi harus dibarengi dengan langkah-langkah dan program nyata agar bisa mencabut blokade dan menghentikan penjajahan.

Menurut Anda, bagaimana sikap pemerintah non Arab seperti Turki, Venezuela dan Bolivia terhadap perang ini?

Kami memandang sikap mereka lebih maju dibandingkan dengan pemerintahan Arab dan kaum muslimin lainnya. Memang sangat disayangkan. Sikap mereka ini lebih dekat kepada sikap masyarakat pada umumnya, walaupun itu hanya sekedar simbol saja atau dukungan moril. Kami harus menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka, sikap mereka sikap pemberani.

Di Bidang Politik…..
Hamas sesekali setuju dengan gencatan senjata sementara, sesekali gencatan senjata panjang, apa pandangan Anda?

Kami siap untuk melakukan kesepakatan gencatan senjata yang hasilnya bisa dipetik untuk kepentingan perlawanan ketika upaya politik gagal. Kami ingin gencatan senjata sementara dibalas dengan pembukaan pintu perlintasan semuanya, menghentikan total blokade dan menghentikan agresi tanpa pelanggaran apapun. Terlebih khusus, permintaan tadi adalah permintaan rakyat, bukan permintaan partai atau kelompok tertentu, bukan pemberian dari siapapun. Inilah sikap kami yang selalu kami ulang-ulang. Jika tuntutan kemanusiaan tadi terealisir kami siap melakukan gencatan senjata untuk meringankan penderitaan bangsa dan rakyat Palestina.

Ada isu yang berkembang bahwa di dalam internal Al-Qassam terjadi pembangkangan terhadap kebijakan pimpinan politik Hamas, apa komentar Anda?

Ini isu murahan dan tidak berdasar. Ini hanya ada di benak orang-orang peragu dan pendengki. Saya ingin yakinkan kepada Anda bahwa impian itu tidak akan menjadi nyata. Seperti yang Anda ketahui, Hamas, dengan izin Allah ta’ala, dikenal di dunia politik modern sebagai kelompok yang solid antara kader dengan pimpinannya, baik di level politik, militer dan sosial. Kalaulah bukan kesolidan ini, tentu Hamas tidak akan mendapatkan dukungan besar seperti sekarang ini, baik di tingkat internal Palestina sendiri ataupun di regional dan dunia Islam.

Dalam situasi krisis ekonomi global sekarang ini, apa pengaruh ekonomi negara-negara pendukung Zionis Israel, khususnya Amerika, atas negara Yahudi itu? Lalu apakah hal itu berdampak pada kelompok Anda?

Kita semua berdo’a kepada Allah ta’ala agar krisis ini menghancurkan rezim penguasa yang zalim dan korup. Mudah-mudahan harta mereka membuat mereka tersiksa olehnya. Secara riil, krisis ini sangat berdampak kepada Zionis Israel. Bisa kami katakan bahwa seharusnya pemerintah Amerika menggunakan dana besar itu untuk memakmurkan di jalan kebaikan, daripada harus dihambur-hamburkan dan diberikan kepada geng-geng pembunuh dan penjahat Zionis Israel

Sunday, February 8, 2009

AL-FATIHAH


Ahli Parlimen Bukit Gantang iaitu al marhum Ust Roslan Bin Sharum telah selamat kembali ke rahmatullah pada hari ini 9 februari 2009.Semoga Allah letaknya bersama orang-orang yang soleh.

Menjadi Fasik: Menyambut Valentine's Day


Perkara ini sudah dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w melalui hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: (maksudnya) "Sesungguhnya kamu pasti akan mengikut jejak langkah orang-orang yang sebelum kamu – sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehinggakan jika mereka memasuki ke dalam lubang dhab (sejenis biawak di padang pasir), pasti kamu akan mengikut mereka." Kami (para sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah! Adakah Yahudi dan Nasrani (yang engkau maksudkan)? Jawab baginda s.a.w: "Maka siapakah lagi (kalau bukan mereka)?"
–Hadis riwayat Imam Muslim (Kitab al-'Ilm, Bab ittiba' Sanan al-Yahudi wal-Nasara, hadis no.4822), Imam al-Bukhari (Kitab Ahadis al-Anbiya', hadis no.3197), Imam Ibnu Majah (Kitab al-Fitan, Bab Iftiraq al-Umam, hadis no.3984) dan Imam Ahmad (Kitab Baqi Musnad al-Muktsirin, hadis no.10230).

Imam al-Nawawi r.h. ketika mensyarahkan hadis ini di dalam Syarh Muslim mengatakan: "Yang dimaksudkan dengan 'sejengkal', 'sehasta' dan 'lubang dhab' (dalam hadis ini): adalah sebagai perumpamaan kepada dahsyatnya persamaan dengan mereka (Yahudi dan Nasrani). Dimaksudkan dengan persamaan itu ialah dalam perkara-perkara maksiat dan perlanggaran (dalam urusan agama), bukan pada kekufuran. Pada hadis ini terdapat mukjizat yang jelas bagi Rasulullah s.a.w, maka sesungguhnya telah pun berlaku apa yang diberitahu oleh baginda s.a.w." - al-Minhaj –Syarh Sahih Muslim bin al-Hajjaj , Jil.9, Juzuk.16, hal.436 – rujukan no. hadis dalam naskhah ini 6723.

Sekiranya Imam al-Nawawi menyebut sedemikian pada zamannya (tahun 631-676 Hijrah), maka apatah lagi pada zaman kita hari ini? Umat Islam bukan sahaja sudah mengikut Yahudi dan Nasrani dalam perkara maksiat dan perlanggaran mereka terhadap suruhan agama, bahkan sudah ada orang-orang Islam yang menjadi kafir dan murtad! Begitulah misalan yang disebutkan oleh Rasulullah s.a.w bahawa umat Islam akan mengikut jejak langkah Yahudi dan Nasrani sedikit demi sedikit sehinggalah dalam perkara yang tidak masuk akal sekalipun; iaitu memasuki lubang dhab yang sempit di padang pasir?! Berapa banyak amalan 'yang tidak masuk akal' telah pun dilakukan oleh umat Islam?

Berbalik kepada Valentine's Day, saya merasa tergerak hati untuk menulis sesuatu setelah kami mendengar kuliah hadis semalam yang disampaikan oleh al-Syeikh al-Qhadi Muhammad bin Ismail al-'Amrani (bekas mufti Yaman). Walau pun secara ringkas, apa yang disebutkan semalam sangat memberi kesan. Bahawa anak-anak muda Yaman sudah ramai yang mengikut jejak langkah Yahudi dan Nasrani! Jika begitu keadaannya di Yaman, bagaimana pula keadaannya di tanah air saya – Malaysia?

Asal-usul perayaan ini sudah umum diketahui, ianya sempena memperingati hari kematian seorang paderi Kristian. Walau pun terdapat berbagai-bagai versi tentang kisah seorang paderi yang bernama Saint Valentine yang dihukum bunuh oleh Maharaja Claudius II Gothicus pada 14 Februari tahun 270 Masihi itu. Terdapat juga pendapat yang mengatakan ianya berasal daripada perayaan Lupercalia oleh masyarakat Roman sebelum kristian dan kemudiannya digantikan dengan Valentine's Day oleh Pope Gelasius 1 pada kurun ke-5 Masihi. Semenjak itu ianya telah disambut sebagai 'hari berkasih-sayang' (a day of romance) sepanjang 14 kurun. Pedulikanlah apa pun kisah 'tragedi cinta' yang berlaku terhadap Saint Valentine itu! Apa yang penting ingin kita tegaskan di sini ialah perayaan tersebut bukan daripada Islam.. bukan daripada Islam.. dan sekali lagi BUKAN DARIPADA ISLAM!

Apabila ianya bukan daripada Islam, tentulah sesiapa yang menyambutnya termasuk dalam 'golongan' yang mengikut, meniru atau menyerupai suatu kaum yang lain. Sesiapa yang menyambut perayaan ini, maka dia termasuk dari kalangan kaum tersebut. Kita barang kali tidak sedar dengan amaran Rasulullah s.a.w melalui hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: (maksudnya) ".. Sesiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari kalangan mereka."
–Hadis riwayat Imam Abu Daud (Kitab al-Libaas, hadis no.3512) dan Imam Ahmad (Musnad al-Muktsirin minal-Sahabah, hadis no.4878)

Bukan sekadar itu, para ulama juga berpendapat bahawa haram hukumnya bagi sesiapa yang memakai pakaian yang menyerupai pakaian keagamaan sesuatu kaum. Contohnya pakaian yang menyerupai pendeta Yahudi, paderi Kristian, sami Buddha dan lain-lain. Sekiranya 'penyerupaan' atau 'peniruan' itu melibatkan soal akidah atau melakukan upacara ibadah sesuatu agama lain maka seseorang itu boleh menjadi kafir dan murtad. Termasuk juga haram hukumnya menyerupai suatu kaum atau golongan yang fasik seperti berpakaian mengikut para artis dari negara Barat yang mendedahkan aurat atau hampir 'bertelanjang' atau berpakaian mengikut gaya 'rock', 'punk', 'hip-hop', 'black-metal' dan macam-macam lagi. Sekiranya kita perhatikan soal berpakaian ini, kebanyakan orang-orang yang memakainya juga mengamalkan cara hidup dan ideologi sesuatu kaum atau golongan yang diikutinya.

Akan tetapi, sebarang pakaian yang tidak bercanggah dengan akhlak Islam, hukumnya adalah harus (dibolehkan untuk memakainya). Sebagai contoh, baju kemeja, seluar panjang, baju kot dan apa sahaja pakaian yang menutup aurat dengan sempurna dan sesuai dengan syariat Islam. Asalkan kita tidak berniat memakainya untuk meniru pakaian orang-orang kafir.

Berbalik kepada sambutan perayaan Valentine's Day, ianya jelas termasuk dalam perbuatan meniru dan menyerupai suatu amalan penganut agama lain. Kerana ianya berasal dari agama Kristian dan mereka merayakannya sebagai memperingati hari kematian seorang paderi yang dihukum bunuh. Pada hari ini, ianya disambut sebagai satu hari yang penuh romantik dan demi menjalinkan kasih-sayang dan cinta antara lelaki dan perempuan. Seorang teman yang pernah berkhidmat di sebuah hotel di Kuala Lumpur pernah memberitahu bahawa pada malam hari Valentine ini ramai orang-orang yang 'beragama Islam' turut sama meminum 'white wine' atau 'red wine' semasa 'candle light dinner' yang sungguh memualkan itu. Tidak kira orang-orang yang sudah berkahwin atau yang masih ber'couple' turut sama meraikannya. Para ulama Islam menegaskan bahawa perbuatan meraikannya adalah haram dan orang yang melakukan adalah fasik!

Saranan dari saya, bagi pasangan suami-isteri yang muslim-muslimah bolehlah melahirkan rasa cinta dan kasih sayang sesama mereka pada bila-bila masa tanpa menetapkan hari-hari tertentu. Bagi yang masih bujang pula, perbuatan ber'dating' dan bertemu-janji ini adalah haram dan bukan daripada ajaran Islam. Suatu ketika dahulu, ramai orang yang pernah mengadu kepada saya tentang natijah daripada perbuatan ber'dating' ini, kesemuanya tidak syak lagi membawa kepada perkara-perkara maksiat dan ada juga yang sampai ke peringkat 'terlanjur' atau 'membujur lalu melintang patah'... sebutlah apa-apa peribahasa sekali pun. Saya cuma mampu menyebutkan tentang taubat dan jangan putus asa daripada rahmat dan pengampunan Allah S.W.T.

Akhirnya, tulisan ini hanyalah sebagai satu peringatan. Walaupun agak terlewat, namun bagi sesiapa yang sempat membacanya mungkin masih sempat membatalkan apa-apa temu-janji atau tempahan 'candle light dinner' pada malam esok (14 Februari 2008). Tanyalah diri kita sendiri, adakah kita masih lagi seorang Muslim atau masihkah kita beriman kepada Allah dan Hari Akhirat? Atau adakah kita terus-menerus redha untuk hidup dalam melakukan maksiat dan kefasikan? Semoga apa yang kita lakukan selama ini adalah kerana kejahilan diri kita. Masih ada masa untuk bertaubat, kembali mempelajari Islam, memperbaiki diri dan beramal dengan ajaran Islam secara keseluruhan.

Firman Allah S.W.T (maksudnya): ".. sesungguhnya mereka itu adalah kaum jahat lagi fasik. Dan Kami masukkan ia dalam (kumpulan mereka yang dilimpahi) rahmat Kami; sesungguhnya dia dari orang-orang yang soleh." (Surah al-Anbiya': 74-75)
Firman Allah Ta'ala lagi (maksudnya):
"Sesungguhnya penerimaan taubat itu di sisi Allah hanya bagi orang-orang yang melakukan kejahatan disebabkan kejahilan, kemudian mereka segera bertaubat, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana." (Surah al-Nisa': 17)
Wallahu'alam.

Thursday, February 5, 2009

Wasiat ke-5 al-Banna, kurangkanlah ketawa

Jangan banyak ketawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (zikir) sangat tenang dan tenteram. Hasan al-Banna.

Ada riwayat yang menunjukkan bahawa kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan apabila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin. Sementara itu, ada juga riwayat yang menyebutkan bahawa ketawa Rasulullah tidak menunjukkan gigi.

Bagaimanapun, semua perlakuan itu cuma sekadar mengingatkan umat Islam selaku umat pendakwah bahawa gurauan, ketawa itu cuma amalan untuk mengurangi ketegangan jiwa.

Saidina Ali k.w juga menyebutkan bahawa sesekali kita perlu bergurau untuk menyebabkan jiwa rasa terhibur. Tetapi, ini tidak bererti kita perlu berhibur secara keterlaluan.

Maka, Hasan al-Banna telah menyusun dan merintis semula faham ini dengan meletakkan suatu pesanan yang sangat berguna kepada para dai'e dan Muslimin yang beriltizam dengan agama Islam ini.

Al-Banna tidaklah sampai mengharamkan gurauan dan ketawa. Namun, beliau seperti baginda Rasulullah s.a.w dan Saidina Ali, telah menyeru dan memperbaharui seruan melalui wasiatnya supaya umat Islam ini kurangkan bergurau dan melebihkan amalan dan tindakan.

Ini kerana, gurauan dan gelak ketawa yang berlebihan boleh mamatikan hati dan fikiran daripada memikirkan nasib dan permasalahan umat Islam yang menderita akibat penjajahan yang berterusan.

Tetapi, jika kita berterusan hidup dalam ketegangan, hal ini akan menyebabkan kerungsingan, kerisauan yang akhirnya mengundang kesan kejiwaan yang parah pula.

Maka, sikap yang terbaik dalam hal ini ialah kita mewakafkan lebih banyak masa untuk memikirkan serta menyusun tindakan bagi menyelesaikan permasalahan umat Islam. Selebihnya, saki-baki waktu itu diluang untuk merehatkan jiwa, hati dan fikiran kita setelah penat bekerja dalam seharian.

Atau jika masa dan kehidupan ini boleh kita pecahkan dalam bentuk peratusan, maka bolehlah diandaikan seperti ini. Iaitu, masa dan kehidupan untuk berfikir dalam hal permasalahan umat Islam ini ialah 70 peratus, manakala baki masa 30 peratus lagi adalah untuk senda gurauan.

Bagaimanapun, peratusan ini hanyalah sebagai gambaran kepada betapa pentingnya seseorang Muslim itu hidup di atas muka bumi ini untuk memperuntukkan kebanyakan masanya ke arah hal yang lebih berfaedah. Sementara, hal gurau senda dan bergelak ketawa itu hanyalah sekadar sedikit sahaja.

Muhasabah
Maka, marilah kita sebagai Muslim yang ingin mencapai kebaikan di dunia dan di akhirat bermuhasabah mengenai kehidupan seharian kita sendiri. Dalam tempoh 24 jam, berapa banyakkah masa yang kita wakafkan untuk Islam dan Muslimin? Berapa banyakkah masa yang kita gunakan untuk kepentingan masyarakat?

Beruntunglah bagi Muslimin yang banyak meluangkan masa untuk membaca, menghadiri bengkel-bengkel ilmiah dan sebagainya lagi. Jika sebaliknya, maka tergolonglah mereka dalam kalangan mereka yang rugi.

Cabaran untuk membina sebuah masyarakat yang benar-benar memanfaatkan waktunya ke arah kebaikan sangat hebat. Dengan hiburan yang melampau-lampau dalam masyarakat kita hari ini, ditambah pula dengan kurangnya agamawan yang mahir dalam selok-belok penyiaran televisyen, rasa-rasanya agak mustahil kita lakukan semua ini.

Sekiranya lebih ramai agamawan yang mahir dalam bidang pembikinan media elektronik, maka kemungkinan besar masa-masa yang berkualiti dalam kalangan masyarakat kita akan dapat dipertingkatkan.

Sistem kehidupan bekerja yang dicipta oleh negara kita dan masyarakat antarabangsa pada hari ini ialah jumlah jam bekerja selama 8 jam (9 pagi sehingga 5 petang). Selepas tempoh bekerja, sekurang-kurangnya masyarakat kita akan berada di rumah dan meluangkan waktu bersama keluarga dengan mononton televisyen.

Namun, sayangnya acara-acara hiburan itu dikuasai oleh golongan pengkarya yang melebihkan unsur hiburan, lagho sahaja. Jika ada acara-acara tv yang bermotifkan keagamaan sekali pun, jumlahnya sangat sedikit dan terhad.

Atau, dalam erti kata lain, barangkali kita boleh misalkan begini..

Iaitu program hiburan, filem, drama, nyanyian dan lain-lainnya adalah hampir 80 peratus, dan selebihnya yang berjumlah 20 peratus lagi diperuntukkan kepada program-program yang bersifat keagamaan.

Ditinjau dari sudut ini, akan tercapaikan hasrat, wasiat dan pesanan Rasulullah s.a.w, Saidina Ali k.w dan Hasan al-Banna? Maka, terletak kepada kitalah insan Muslim yang sedar untuk mengubah semua ini supaya masyarakat kita ini akan melebihkan banyak waktunya yang berkualiti.

Iaitu, biarlah mereka lebih banyak didedahkan dengan program-program bermanfaat dan selebihnya adalah program-program yang bersifat santai sahaja

Carilah jodoh beragama, sabda Rasulullah s.a.w

Rasulullah s.a.w pernah bersabda, "Seorang wanita itu dinikahi kerana empat; kerana harta, kerana keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaklah diutamakan yang beragama, nescaya kamu berbahagia.

Hadith ini telah diriwayatkan oleh kedua-kedua Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab sahih mereka serta imam hadis yang lain.

Ada empat nilai dan ciri wanita yang dipilih untuk dijadikan pasangan jodoh bagi lelaki. Meninjau hadis ini, terpantul beberapa pertanyaan di fikiran kita. Antaranya, apakah kaum wanita tidak berhak membuat pilihan yang sama?

Sedangkan al-Quran meletakkan kedudukan lelaki dan wanita itu sama. Dan, beza fizikal serta mental antara mereka itulah yang menyebabkan wujudnya beberapa perbezaan, cara syariat antara mereka.

Timbul persoalan.. apakah wanita tidak memiliki hak yang sama untuk memilih pasangan mereka berdasarkan keempat-empat ciri itu? Contohnya, mereka sendiri berhak memilih lelaki yang berharta, berketurunan baik, kacak dan taat beragama.

Maka, jawapannya..wanita sendiri juga berhak menentukan pilihan jodoh masing-masing kerana daripada segi hak, mereka mempunyai jiwa, perasaan dan citarasa yang sama juga seperti kaum lelaki.

Berharta
Syor supaya menikahi wanita berharta ini, jika tidak ditafsirkan dengan betul-betul akan menyebabkan orang menganggap bahawa lelaki yang tidak berharta (miskin) digalakkan menikahi wanita hartawan. Ini menyebabkan lelaki disifatkan sebagai pengikis harta!

Demikian juga, jika dikatakan, bahawa wanita itu digalakkan untuk menikahi lelaki yang berharta, kelak wanita itu digelar sebagai perempuan yang mengejar kebendaan pula.

Sementara itu, bukankah janda-janda, balu-balu miskin yang tak terbela digalakkan untuk dinikahi untuk membela nasib mereka? Maka, di sini sudah ada percanggahan sikap dan nilai yang dianjurkan oleh Islam itu.

Jadi, apakah tafsiran yang mungkin sesuai ke atas syor Rasulullah ketika menggalakkan lelaki memiliki wanita yang berharta itu?

Atau, apakah tafsiran yang sesuai berhubung galakan dan anjuran supaya wanita memilih kaum Adam yang berharta itu?

Mungkin, tafsiran yang sesuai adalah baik lelaki dan wanita itu perlu mencari pasangan yang tahu mengendalikan harta, membina harta kekayaan dan bukan hanya semata-mata berharta sebelum menjalani kehidupan berumahtangga.

Keturunannya
Adapun keturunan ini pula bukanlah diperhitungkan daripada segi kasta, kebangsawanan, kedudukannya dalam masyarakat. Ia tentulah diperhitungkan daripada segi nasab turunan seseorang yang tidak bercampur dengan penzinaan.

Apa ertinya.. memilih seorang lelaki dan wanita daripada keturunan yang bangsawan tapi mengalir di dalam tubuhnya darah seorang penzina. Timbul pertanyaan lagi. Adakah jika wanita atau lelaki penzina itu telah bertaubat, maka mereka boleh dinikahi?

Maka, dalam hal ini, sekiranya benar-benar terdapat kesan-kesan taubat itu. Dan nikah itu dapat mengelakkan lelaki dan wanita penzina tadi daripada terus berzina maka boleh juga dipertimbangkan untuk menikahi mereka.

Kecantikannya
Kecantikan wanita atau kekacakan seorang pemuda bersifat subjektif. Seseorang melihat wanita yang kurang cantik, mungkin cantik dalam pandangan lelaki lain. Demikian juga seorang lelaki yang kurang kacak dalam pandangan seseorang wanita, mungkin kelihatan kacak dalam pandangan wanita lain.

Maka, memilih yang cantik itu sememangnya naluri semulajadi manusia. Islam itu adalah agama fitrah. Manusia itu, sama ada lelaki atau perempuan, memang sukakan kecantikan. Dan, hal ini tidaklah menyalahi kemanusiaan.

Ada orang melihat kecantikan akhlak, tutur bicara dan sikap akhlak seseorang. Semua ini adalah daya penarik yang akan mengeratkan hubungan kedua-dua pasangan itu.

Agama
Akhirnya nilai agama itulah yang paling penting sekali dan terutama dalam pemilih calon pasangan itu. Tanpa agama, keluarga yang dibina akan hilang pedoman.

Agama pula bukan dilihat semata-mata pada ketinggian ilmu pengajian agama di institusi pengajian tinggi agama. Seseorang yang beragama itu memadailah dilihat daripada sikap mereka yang cuba mengelakkan diri daripada terjebak ke dalam kancah jenayah.

Mereka yang terjebak dalam disa-dosa kecil tidaklah boleh dianggap sebagai orang yang tidak beragama. Ini kerana, tiada manusia yang terbebas daripada silap dan salah.

Memadailah kita sebutkan di sini bahawa orang yang beragama itu adalah mereka yang berdosa dan sentiasa memperbaharui taubatnya.

CINTA ALLAH JUA KU RINDU....

Wahai jiwa..
resahmu takku damba,
gelisah menghimpit sebak didada,
air mataku tiada hentinya,
mengalir penat di pelulupuk jiwa,
menagih rindu pada-Mu,
buat mengurang beban di jiwa,
amat pedih untuk diterima,
namun takdir harus kureda,

Thursday, January 29, 2009

Lesbian jadi PM baru Iceland



Bekas pramugari yang juga seorang lesbian, Johanna Sigurdardottir (gambar) bakal dilantik sebagai Perdana Menteri baru Iceland, lapor sebuah akhbar semalam.

Sigurdardottir dijangka mengangkat sumpah pada hujung minggu ini sekali gus mencipta sejarah sebagai golongan lesbian pertama di dunia menjadi pemimpin negara.

Menteri Hal Ehwal Sosial yang berumur 66 tahun itu berkahwin seorang penulis wanita, Jonina Leosdottir dalam satu majlis pada 2002.

Beliau akan dilantik sebagai Perdana Menteri sementara selepas kerajaan Iceland dibubarkan pada Isnin lalu kerana kemelesetan ekonomi.

Iceland juga mencipta sejarah sebagai kerajaan pertama di dunia yang tumbang akibat krisis kewangan global.

Beberapa parti yang bakal membentuk kerajaan campuran yang baru dilaporkan bersetuju untuk melantik Sigurdardottir sebagai Perdana Menteri yang baru.

Saturday, January 24, 2009

APA ITU AKHLAK?????????

Akhlak ialah perbuatan yang lahir secara spontan dari hati.Akhlak melambangkan keperibadian seseorang.akhlak tidak boleh dilakukan secara berpura-pura.Mari kita sama-sama muhasabah diri kita sama ada kita benar-benar mempunyai akhlak seperti mana akhlak yang dikehendaki oleh islam.

Saturday, January 10, 2009

YA ALLAH SELAMATKANLAH SAUDARAKU DI PALESTIN



MALAM KEMPEN KESEDARAN UMMAH

11 Januari 2009
Bertempat di Pusat Islam UPMKB
Jam 6.30-10.00pm
Muslimin muslimat dijemput hadir bagi memupuk kesedaran kita tentang saudara kita di Palestin.Ayuh pemuda dan pemudi islam bangun menentang yahudi laknatullah.

Thursday, January 8, 2009

SAUDARA SEISLAM KITA DI PALESTIN MENDERITA SEKARANG!!!!!!!!!!!!!!

INTIFADAH

Intifadah, yang berarti “pemberontakan” dalam Bahasa Arab, adalah nama untuk perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok orang Palestina, yang bersenjatakan batu-batu, melawan salah satu musuh terbesar dunia, yaitu orang yang menjawab lemparan batu itu dengan peluru, roket, dan rudal. Memang, mereka jarang sekali ragu-ragu menjadikan orang yang tidak pernah melempar batu sebagai sasaran mereka, bahkan mampu membunuh lusinan anak-anak dengan cara tak berperikemanusiaan.

Intifadah pertama memasuki panggung politik pada 1987, dimulai dengan pemuda Palestina yang membalas pembunuhan enam anak-anak Palestina oleh tentara-tentara Israel. Berlanjut hingga 1993, Intifadah menghadapi tanggapan yang sangat keras dari Israel, berdasar prinsip bahwa “kekerasan melahirkan kekerasan,” Timur Tengah kembali terjatuh ke dalam kekacauan. Sepanjang masa ini, perhatian dunia tertuju pada kasus anak-anak yang tempurung kepalanya pecah dan tangan-tangan mereka dipatahkan oleh para tentara Israel. Orang-orang Palestina, dari yang paling muda hingga yang paling tua, menentang kekerasan militer Israel dan penindasan dengan sambitan batu apa pun yang dapat mereka temukan. Sebagai balasannya, tentara Israel secara besar-besaran memberondongkan senjatanya: menyiksa, mematahkan tangan, dan menembaki lambung dan kepala orang-orang dengan tembakan senapan. Pada tahun 1989, sebanyak 13.000 anak-anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel.

Apa pun alasannya, memilih cara kekerasan tidak pernah memecahkan persoalan. Dan kembali, kenyataan penting harus dicamkan ketika merenungkan tanah tempat Intifadah terjadi. Pertama-tama, karena diperkuat oleh keputusan PBB, tentara Israel menggunakan kekuatan yang, sejalan dengan hukum internasional, seharusnya dijauhi. Meskipun sudah diperkuat aturan, jika Israel menuntut agar keberadaannya di tanah ini diterima, cara menunjukkannya tentu bukan dengan membunuh orang-orang tak berdosa. Karena semua orang yang waras pastilah sepakat, jika salah bagi orang-orang Palestina memilih kekerasan, maka pastilah juga salah bagi tentara-tentara Israel membunuh mereka. Setiap negara memiliki hak membela diri dan melindungi dirinya, namun apa yang telah terjadi di Palestina jauh dari sekedar membela diri.

Tentara pendudukan Israel menanggapi batu-batu dan ketapel remaja Palestina dengan senapan otomatis dan peluru tajam. Oleh karenanya setidaknya beberapa orang Palestina meninggal setiap hari.

Selama tahun-tahun Intifadah, sebuah peristiwa terjadi di desa Kristen Beit Sahour di dekat Bethlehem. Kejadian ini, yang disaksikan oleh penduduknya Norman Finkelstein, hanyalah satu dari banyak contoh yang tidak mendukung bahwa campur tangan militer didorong oleh keinginan membela diri:

Suatu kali di kamp pengungsian Jalazoun, anak-anak membakar ban ketika sebuah mobil menepi. "Pintu dibiarkan terbuka, dan empat pria (pemukim Israel maupun tentara berpakaian preman) melompat keluar, menembak membabi buta ke segala penjuru. Anak-anak di samping saya tertembak di punggungnya, peluru keluar dari pusarnya… Hari berikutnya Jerussalem Post melaporkan bahwa tentara itu menembak untuk membela diri."94

Intifadah rakyat Palestina, yang dilakukan dengan sambitan batu dan pentungan untuk melawan tentara paling modern di dunia, berhasil menarik perhatian internasional pada wilayah ini. Gambar-gambar yang intinya mengenai pembunuhan tentara Israel atas anak-anak berusia sekolah sekali lagi menunjukkan kebijakan teror pemerintah pendudukan. Masa ini berlanjut hingga Kesepakatan Oslo tahun 1993, ketika Israel dan PLO duduk bersama di meja perundingan. Pada pertemuan ini, Israel mengakui Yasser Arafat untuk pertama kalinya sebagai perwakilan resmi rakyat Palestina.

Setelah Intifadah pertama mencapai puncaknya dalam kesepakatan damai, rakyat menunggu dengan sabar perdamaian dan keamanan kembali ke wilayah Palestina. Penantian ini berlanjut hingga Sepetember 2000, ketika Ariel Sharon, yang dikenal sebagai “Penjagal dari Libanon,” melakukan kunjungan yang menghebohkan ke Mesjid al-Aqsa bersama puluhan polisi Israel. Kejadian ini memicu bangkitnya Intifadah al-Aqsa.


Untuk menghentikan pertumpahan darah di Palestina, kedua pihak harus menghentikan kekerasan. Dan untuk mencapai perdamaian abadi, Israel harus menyudahi pendudukannya dan sepenuhnya menarik diri dari Daerah Pendudukan. Orang-orang Palestina harus diberi hak membangun negara merdekanya di atas tanahnya sendiri.

Rasa sakit dan penderitaan tak berujung orang-orang Palestina meningkat dengan adanya Intifadah al-Aqsa. Saat ini, tiap hari ada laporan yang menyebutkan anak-anak dan remaja meninggal di wilayah-wilayah Palestina. Semenjak awalnya di bulan September 2000 hingga Desember 2001, sebanyak 936 orang Palestina tewas (angka-angka ini bersumber dari Organisasi Kesehatan Palestina).95 Sepanjang pertikaian, satuan-satuan tentara Israel menjadikan banyak warga sipil, termasuk anak-anak yang pulang sekolah sasaran pengeboman dengan helikopter.

Tentara Israel menggunakan senjata mereka bukan untuk melucuti senjata anak-anak Palestina, melainkan untuk membantai dan membunuh mereka. Suleiman Abu Karsh, wakil menteri perdagangan Palestina, menyatakan perasaan rakyatnya mengenai Intifadah ini dalam sebuah wawancara:

Intifadah ini terlahir dari kekejaman Zionis Israel dan provokasi terhadap rakyat Palestina dan hal-hal yang kami anggap suci. Karena ikatan kuat rakyat Palestina terhadap tempat-tempat suci ini, khususnya Mesjid Aqsa, yang merupakan kiblat pertama Muslimin, mesjid mereka, dan salah satu titik pusat Haram asy-Syarif, Israel menunjukkan tindak kekejaman.96


Banyak anak-anak Palestina yang sedang ditahan hari ini di penjara-penjara Israel. Anak-anak yang ditahan dalam bentrokan menghadapi berbagai jenis penyiksaan, seperti digambarkan dalam laporan rinci berbagai lembaga hak azazi manusia. Akan tetapi, sebagian besar pemerintahan mengabaikan laporan ini.

Di Palestina, di mana 70% penduduk terdiri atas kalangan muda, bahkan anak-anak pun telah mengalami perpindahan, pengusiran, penahanan, pemenjaraan, dan pembantaian semenjak pendudukan tahun 1948. Mereka diperlakukan seperti warga kelas dua di tanahnya sendiri. Mereka telah belajar bertahan hidup dalam keadaan yang paling sulit. Renungkanlah fakta-fakta berikut ini: 29% dari orang yang terbunuh selama Intifadah al-Aqsa berusia di bawah 16 tahun; 60% dari yang terluka berusia di bawah 18; dan di wilayah tempat bentrokan paling sering terjadi, paling tidak lima anak terbunuh tiap hari, dan setidaknya 10 orang terluka.





Chris Hedges, yang bertindak selaku kepala biro Timur Tengah The Times selama bertahun-tahun, menyatakan bagaimana tentara Israel membunuh anak-anak Palestina tanpa ragu dalam sebuah wawancara:
Saya telah melihat anak-anak ditembak di Sarajevo. Maksud saya, penembak jitu akan menembaki anak-anak di Sarajevo. Saya telah melihat tentara kematian membunuh keluarga-keluarga di Aljazair atau El Salvador. Namun saya tak pernah melihat tentara melecehkan dan menelanjangi anak-anak seperti ini lalu membunuh mereka untuk kesenangan.” (Wawancara NPR dengan Chris Hedges)

Tentara Israel, yang menjadikan warga sipil dan anak-anak sebagai sasaran, tidak ragu menembak bahkan anak-anak yang tengah bermain di tempat bermain sekolah. Karena jam malam yang diberlakukan oleh Israel, dalam tahun itu mereka lebih sering tidak pergi ke sekolah. Ketika mereka bisa bersekolah, mereka menjadi sasaran serangan Israel. Salah satu serangan itu terjadi pada 15 Maret 2001. Sewaktu murid-murid Sekolah Dasar Ibrahimi di al-Khalil tengah bermain selama jam istirahat, tentara Israel menembaki mereka. Kejadian ini, ketika enam anak-anak terluka parah, bukan contoh yang pertama maupun terakhir tentang kekejaman semacam itu.97

Dalam The Palestine Chronicle, wartawan-penulis Ruth Anderson menggambarkan beberapa kejadian tak berperikemanusiaan dalam Intifadah al-Aqsa:

Tak ada yang menyebutkan seorang lelaki muda yang baru menikah yang pergi berdemonstrasi hanya untuk menjadi martir, meninggalkan pengantin wanitanya menjadi janda. Tak ada yang menyebutkan pemuda Palestina yang kepalanya diremukkan oleh orang Israel dan tangannya dipatahkan sebelum ia secara brutal dijagal. Tak ada yang menyebutkan seorang anak kecil berusia 8 tahun yang tertembak mati oleh tentara Israel. Tak ada yang mengatakan bagaimana para pemukim Yahudi, yang dilengkapi dengan berbagai jenis senjata dan disokong oleh pemerintah Barak, menyerang desa-desa Palestina dan mencabuti pohon-pohon zaitun dan membunuh orang-orang sipil Palestina. Tak ada yang menyebutkan bayi-bayi Palestina yang meninggal ketika rumah mereka dibom dengan serangan udara atau orang yang dihujani oleh peluru Israel ketika dipindahkan ke tempat aman. Setiap orang tahu bahwa bayi-bayi tidak bisa melempar batu. Setiap orang tahu kecuali orang-orang Israel dan Amerika.98

Intifadah al-Aqsa Merupakan Hasil Kerja Ariel Sharon

Untuk memahami kekerasan yang terus berlanjut di luar kendali pada bulan April 2001 dan membawa Israel dan Palestina mandi darah, kita harus ingat bagaimana Intifadah terakhir dimulai. Orang yang ada di pusat kejadian ini adalah Ariel Sharon, yang kemudian menjadi, dan masih menjadi perdana menteri. Sharon dikenal oleh orang-orang Islam sebagai seorang politisi yang gemar menggunakan kekerasan. Seluruh dunia mengenalnya karena pembantaian yang telah ia lakukan atas orang-orang Palestina, perilakunya yang suka menghasut, dan kata-kata kasarnya. Yang terbesar dari pembantaian-pembantaian itu terjadi 20 tahun yang lalu di kamp pengungsian Sabra dan Shatilla, menyusul serangan Israel pada Juni 1982 ke Libanon. Dalam pembantaian ini, sekitar 2000 orang tak berdaya dibunuh, mengalami siksaan hebat, dan dibakar hidup-hidup. Tambahan lagi, banyak mayat yang dibakar atau dipotong-potong dan tak terungkap. Nama kedua yang akan kita temui di masa ini adalah Ehud Barak, yang saat itu komandan tentara Israel dan nantinya juga menjadi perdana menteri.

PEMBANTAIAN ZIONIS JUGA MENJADIKAN ANAK-ANAK SEBAGAI SASARAN


Tentara Israel telah membunuh dengan keji anak-anak Palestina. Di bawah adalah seorang murid Palestina yang masih kecil, masih mengenakan tas punggungnya, menjadi sasaran peluru Israel.





Harian Turki CUMHURIYET, 23 Mei 2001
MEREKA MERACUNI ANAK-ANAK PALESTINA DENGAN PERMEN
Warga Palestina menyatakan bahwa coklat yang dibagi-bagi oleh pesawat Israel diberi racun.

W. REPORT, APRIL - MEI 1993

Harian Turki MILLI GAZATE,
25 Juli 2001
ANAK-ANAK PALESTINA, SASARAN TEMBAKAN

Harian Turki RADIKAL, 2 Mei 2001
KEJAHATAN MEREKA TAK TERGUGAT

Harian Turki CUMHURIYET, 21 Juli 2001
KORBAN TERAKHIR ADALAH BAYI BERUSIA TIGA BULAN

W. REPORT, JAN-FEB 1999

Menurut ideologi Zionis, tidak boleh ada unsur asing apa pun di “tanah terjanji.” Oleh karena itu tidak ada penolakan membunuh anak-anak atau bayi sekali pun dalam buaiannya. Dalam artikel Rachel Marshall “Sowing Dragonseed: Israel’s Torment of Children Under Occupation” dalam Washington Report on Middle East Affairs ia menggambarkan penyiksaan yang ditanggung oleh anak-anak Palestina.

Dunia Islam tidak akan pernah melupakan pembantaian ini atau pembantaian lain yang dilakoni oleh militer Israel selama 50 tahun terakhir. Karena alasan ini, kunjungan menghebohkan Sharon ke Mesjid al-Qqsa jauh lebih penting dibanding yang dilakukan oleh politisi Israel lainnya. Sharon dan Partai Likud-nya meneruskan kebijakan ketat tidak mau menarik diri dari Daerah Pendudukan, memperluas pemukimannya, dan menolak melakukan perundingan tentang kedudukan tetap Yerusalem. Saat ini, dunia sepakat akan satu kenyataan: Sharon melakukan kekerasan dan tidak membuang-buang kesempatan untuk menyokong atau pun melakukannya sendiri.


Pembantaian di kamp pengungsi Sabra dan Shatilla yang dilakukan di bawah arahan Sharon bukanlah yang pertama atau yang terakhir baginya. Sharon tidak berubah selama bertahun-tahun ini, dan segera setelah ia menjadi perdana menteri ia akan membersihkan yang masih tertinggal.

Kunjungan provokasi menghebohkan Ariel Sharon ke Mesjid Aqsa menyulut Intifadah jilid dua.
(Kanan) Majalah Turki - AKSIYON, 14 Oktober 2001

Berlanjutnya kekerasan terakhir dimulai ketika Sharon, di bawah kawalan 1200 orang polisi, memasuki Mesjid al-Aqsa, suatu tempat yang suci bagi Muslimin. Setiap orang, termasuk para pemimpin Israel dan rakyat Israel sepakat bahwa masuknya Sharon ke tempat suci ini, suatu perbuatan yang biasanya terlarang bagi non-Muslim, adalah sebuah provokasi yang dirancang untuk mempertegang keadaan yang sudah memanas dan memperbesar pertentangan. Ia jelas-jelas berhasil. Penentuan waktunya sama pentingnya dengan tempat itu, karena pada hari sebelumnya Ehud Barak telah mengumumkan bahwa Yerusalem mungkin dibagi dua dan dimungkinkan perundingan dengan orang-orang Palestina. Bagi Sharon, yang dengan keras mengkritik setiap jalan damai dan menolak berdebat untuk persoalan Yerusalem, semua ini adalah alasan yang dibutuhkannnya untuk membuat kunjungan menentukan.


Menyusul kunjungan Sharon, wilayah Palestina sekali lagi tercebur ke dalam kekacauan.

Akan tetapi, kita bisa berharap bahwa Sharon, yang merupakan seorang Yahudi amat taat, akan berlaku lebih berperikemanusiaan dan damai. Kebijakan Sharon cenderung menjadi satu kasus yang sejalan dengan Zionisme Revisionis, suatu gerakan yang dirancang oleh pemimpin Zionis proto-fasis Vladimir Jabotinsky. Ideologi Jabotinsky tentu bukan ideologi yang memihak agama, melainkan Darwinis Sosial, doktrin keras yang diilhami oleh Nazisme dan fasisme Mussolini. Setelah pembentukan negara Israel, warisan Jabotinsky ditemukan tersimpan baik dalam Partai Herut sayap kanan, dan sepanjang waktu partai ini berkembang menjadi corong agama. Herut berkembang menjadi Likud di dasawarsa berikutnya dan menjadi partai politik Israel yang paling berkuasa. Akan tetapi, bumbu agama yang dipakai partai ini, seperti dalam kasus lain agenda politik sayap ultrakanan, adalah menipu. Salah satu contoh nyata tentang hal ini adalah jurang pemisah yang lebar antara kerasnya Likud dengan pesan damai Taurat. “Kalian tidak boleh membunuh,” pesan Perjanjian Lama, yang dengan demikian bertentangan dengan semangat anggota partai Likud radikal untuk mengusir orang-orang Palestina dari tanahnya. Kita berharap bahwa Ariel Sharon dan orang sepertinya akan kembali ke petunjuk Yudaisme sebenarnya dan berusaha membangun sebuah bangsa yang akan menjadi “cahaya bagi-bagi bangsa-bangsa,” seperti yang diinginkan Taurat.

Apakah Penghancuran Mesjid al-Aqsa Merupakan Tujuan Sebenarnya?

Untuk memahami pentingnya Mesjid Aqsa dan Yerusalem dan sekitarnya bagi orang-orang Israel, penting artinya meninjau wilayah ini dari kaca mata Zionis. Kepercayaan Yahudi yang telah dipolitisir secara radikal menilai bahwa masa yang dimulai dengan Zionisme akan berlanjut hingga datangnya al-Masih. Namun, untuk mencapai tujuan ini, orang Yahudi radikal percaya bahwa tiga kejadian penting harus terjadi. Pertama, sebuah negara Israel merdeka harus didirikan di Tanah Suci dan penduduk Yahudinya harus meningkat. Pindahnya orang Yahudi ke Tanah Suci secara terencana telah diwujudkan oleh para pemimpin Zionis semenjak awal abad kedua puluh. Di samping itu, Israel menjadi sebuah bangsa dengan negara merdeka di tahun 1948. Kedua, Yerusalem dicaplok pada tahun 1967 dalam Perang Enam Hari, dan pada 1980, diumumkan sebagai “ibu kota abadi” Israel. Yang ketiga, dan satu-satunya syarat yang masih harus dipenuhi, adalah pembangunan kembali Kuil Sulaiman, yang dimusnahkan 19 abad yang lalu. Yang masih tersisa darinya adalah Tembok Ratapan.

Akan tetapi, hari ini ada dua tempat ibadah Islam di atas tempat ini: Mesjid Aqsa dan Qubbah as-Sakhrah. Agar orang Yahudi dapat membangun kembali kuil tersebut, kedua tempat ibadah ini harus dihancurkan. Halangan terbesar melakukannya adalah umat Islam dunia, khususnya Palestina. Sepanjang mereka masih ada, orang-orang Israel tidak dapat menghancurkan kedua tempat ini. Oleh karena itu alasan sebenarnya bentrokan yang akhir-akhir ini menjadikan jalanan berdarah lagi bisa ditemukan dalam impian Zionis ini.

Seperti telah kita tekankan sebelumnya, bagaimanapun Yerusalem sama pentingnya untuk Muslimin maupun umat Kristiani. Karena alasan ini, kota ini, yang suci bagi Yahudi, Kristen, maupun Islam, tidak dapat sepenuhnya diberikan ke tangan Zionis. Satu-satunya pemecahan masalah yang kelihatannya sudah macet ini adalah menemukan suatu cara agar warga Yahudi, Kristen, maupun Islam dapat hidup bersama dalam damai dan aman. Sepanjang sejarah, hanya pemerintahan Islami yang berhasil melakukannya, sehingga hanya orang Islam yang akan mampu melakukannya di masa depan. Israel, dengan sikapnya yang menghina orang Islam maupun Kristen, hanya bisa membawa teror dan ketidaktertiban pada Yerusalem dan sekitarnya.

Demikian pula, semua perundingan antara pejabat Israel dan Palestina tidak berhasil dilakukan dalam persoalan Yerusalem. Semenjak Israel didirikan di tahun 1948, berbagai pemecahan telah diusulkan untuk Yerusalem: Menyatakan kota Yerusalem yang netral dan bebas, kedaulatan bersama Israel dan Yordania, sebuah pemerintahan yang terdiri atas perwakilan semua agama, memberikan hak tanah pada warga Palestina dan udara serta hasil bumi untuk Israel, dan banyak usulan serupa itu. Namun, Israel menolak semuanya dan akhirnya merebut Yerusalem dengan kekuatan dan mengumumkannya sebagai “ibu kota abadi” Israel. Sepanjang Israel menolak menghapus kebijakan kekerasannya yang telah berkepanjangan, menarik dirinya dari Daerah Pendudukan, atau berunding dengan rakyat Palestina, kedudukan Yerusalem di masa depan dan semua masalah terkait lainnya tidak dapat dipecahkan.

Impian terbesar Zionis adalah menghancurkan Mesjid Aqsa dan membangun kembali Kuil Sulaiman, yang cuma punya satu-satunya dinding yang tersisa.
Gambar sebelah kanan memperlihatkan bentuk istana Sulaiman.


Selama berabad-abad pemerintahan Kesultanan Ottoman, pemeluk ketiga agama hidup bersama dalam damai di Palestina. Masih dimungkinkan mencapai perdamaian seperti itu sekarang.

Serangan atas Mesjid Aqsa

Seperti dilaporkan di atas, tempat Mesjid Aqsa mempunyai derajat kepentingan khusus bagi semua Yahudi, tapi khususnya bagi Zionis. Karena alasan ini, para Zionis bertempur demi Yerusalem yang murni dan berusaha “memurnikannya” dari unsur Kristen dan Muslim. Menurut banyak Yahudi fanatik, Mesjid Aqsa seharusnya dihancurkan sama sekali. Meski kelihatannya semua Zionis sepakat dengan pandangan ini, beberapa di antaranya menyandarkan diri pada alasan politis, dan lainnya menggunakan alasan keagamaan. Apa pun alasannya, ada satu kenyataan yang tak terhindarkan: Zionis menganggap bahwa keberadaan Mesjid Aqsa adalah hambatan besar bagi visi masa depan mereka.

Serangan yang dilakukan oleh Yahudi radikal mengakibatkan hak milik kedua belah pihak rusak dan kematian. Gambar di atas adalah upaya pemugaran yang dilakukan setelah pembakaran sebagian Mesjid Aqsa oleh Zionis pada tahun 1967.

Dengan kenyataan ini, belum lama ini para Zionis radikal telah melakukan banyak upaya untuk menghancurkan Mesjid Aqsa. Menurut fakta yang ada, beberapa kelompok sepenuhnya sukarela menjalankan misi ini. Semenjak 1967, kelompok-kelompok ini telah menyerang Mesjid Aqsa lebih dari 100 kali, dan dalam melakukan penyerangan itu, telah membunuh banyak orang Islam selama ibadah sholat mereka.

Serangan pertama dilakukan oleh Rabbi Shlomo Goren, pendeta pada Angakatan Bersenjata Israel, pada bulan Agustus 1967. Goren, yang kemudian menjadi kepala rabbi Israel, memasuki tempat suci Islam itu dengan 50 pria bersenjata di bawah pengawasannya. Pada 21 Agustus 1969, Zionis melancarkan tembakan langsung ke mesjid tersebut, merusakkan sebuah mimbar yang terbuat dari kayu dan gading. PBB hanya merasa perlu mengutuk kejadian itu, sebuah serangan langsung atas tempat ibadah Islam.
Harian Turki YENI SAFAK, 10 Juni 2001
MESJID AQSA AKAN ROBOH
Penggalian Israel di bawah Mesjid Aqsa berlangsung cepat.

Harian Turki MILLI GAZETE, 15 Mei 2001
MESJID AQSA DALAM BAHAYA


Menurut ideologi Zionis, lokasi Mesjid Aqsa mempunyai arti penting. Banyak Yahudi fanatik percaya bahwa mesjid ini harus dihancurkan sama sekali. Penggerogotan yang dilakukan di fondasinya dirancang untuk menyebabkan keruntuhan “alami” mesjid ini.

Pada 3 Maret 1971, pengikut pemimpin radikal Gershon Solomon juga menjadikan Haram asy-Syarif sebagai sasaran. Meskipun mereka mundur setelah kontak senjata dengan tentara keamanan Palestina, mereka tidak kapok dan melancarkan lagi serangan serupa 3 hari berikutnya. Pertempuran pun pecah dan dilakukan dengan kejam oleh satuan tentara Israel. Kemudian, pada 1980, sekitar 300 anggota kelompok teroris radikal Gush Emunim menggunakan senjata berat dan menyerang mesjid. Dua tahun berikutnya, seorang Israel yang membawa paspor Amerika bergerak ke mesjid dengan senapan serbu M-16 dan menembakkannya pada orang Islam yang tengah sholat di sana. Setelah kejadian tragis ini, di mana dua orang Palestina tewas dan banyak lainnya terluka, tak seorang pun mempertanyakan bagaimana seorang lelaki bersenjata bisa menembus “barikade” yang didirikan di sekitar mesjid itu oleh para tentara Israel. Si penyerang diadili dan ditahan sebentar, ia berkoar-koar bahwa ia telah “menyelesaikan tugasnya.” Pada tahun yang sama seorang murid dari pemimpin teroris keji rabbi Meir Kahane menyerang mesjid ini dengan dinamit.
BARIKADE ISRAEL DI DEPAN MESJID AQSA

Wednesday, December 24, 2008

Perang Hunain

Pembukaan kota Makkah berlaku dalam satu masa yang terlalu singkat. Selepas satu pukulan mengejut, membingungkan seluruh bangsa Arab dan menjadikan seluruh qabilah yang berhampiran dengannya terkejut, mereka tidak berdaya untuk menghalanginya, oleh yang demikian mereka tidak ada jalan selairi dari menerima sahaja hakikat yang berlaku, terkecuali beberapa qabilah yang gagah, ganas dan bongkak, terutamanya seperti suku Hawazin dan Thaqif, kemudian turut membuat sikap yang sama ialah qabilah Nasr, Jasyam, Saad bin Bakar dan beberapa individu dari Banu Hilal. Kesemua mereka ini dari kelompok Qais Ailan, qabilah-qabilah ini terasa berat untuk menerima kemenangan Islam. Oleh yang demikian maka seluruh mereka telah bersekutu dengan Malik bin Auf al-Nasri dan membuat keputusan untuk bergerak mara memerangi kaum muslimin.

PERGERAKAN MUSUH DAN PERSINGGAHAN DI AUTAS

Sebaik sahaja Malik bin Auf selaku turus agung pemimpin pergerakan musuh membuat keputusan untuk bergerak memerangi kaum muslimin, maka di antara keputusannya ialah membawa bersama mereka harta-harta, kaum wanita dan anak-anak mereka. Dengan itu mereka pun bergerak hingga sampai di Autas, lembah yang terletak di daerah perkampungan Hawazin berhampiran "Hunain". Namun demikian lembah Autas bukanlah lembah Hunain, lembah Hunain terletak berhampiran Zi al-Majaz. Dari lembah Autas ke Makkah adalah sepuluh batu lebih ke arah Arafah.



YANG BERPENGALAMAN DI DALAM PEPERANGAN (MEMATAHKAN) PENDAPAT PEMIMPIN

Semasa beliau turun bersama orang ramai di Autas, di antara mereka ialah Duraid bin al-Sammah, ianya seorang yang lanjut usia dan buta, berpengetahuan mengenai peperangan, berani dan berpengalaman. Tanya Duraid: "Di lembah mana kamu sekarang?" Jawab yang hadir: "Kita sekarang di Autas," maka kata beliau: "Ianya adalah sebaik tempat untuk kuda-kuda di sini", ku menelah bahawa tiada peristiwa yang mendukakan dan tanah lapang yang tidak diceroboh, tetapi apa itu? ku dengar suara-suara unta dan teriakan keldai, malah kedengaran tangisan anak-anak dan bebekan kambing" Jawab mereka: "Sebenarnya Malik bin Auf telah mengerah habis-habisan, bersama-sama askar ialah kaum wanita, harta-harta dan anak-anak mereka, kemudian beliau menjemput Malik dan bertanyakan kenapa dibawa kesemuanya ini. Jawab beliau: "Aku hendak letak semuanya ini di belakang setiap tentera supaya setiap mereka bersemangat untuk mempertahankan haknya". Jawab Duraid: "Demi Allah, ini adalah tindakan seorang .gembala kambing, bukannya seorang pemimpin bangsa. Apakah orang kalah dapat membawa balik sesuatu? Sebenarnya walaupun kesemuanya itu milik kau tetapi ianya tidak memberi sebarang faedah pun kepada seorang pahlawan

selain dari pedang dan tombaknya. Seandai kau kalah bererti kau telah menempah padah buruk ke atas keluarga kau dan harta kau". Kemudian beliau bertanya kepada qabilah- qabilah lain dan pemimpin-pemimpinnya. Dan katanya lagi: "Wahai Malik, sebenarnya kau belum lagi menyediakan perisai "Huwazin" ke leher-leher kuda-kuda mereka, Ayuh letakkan mereka di dalam benteng-benteng negara mereka, dan status ketinggian bangsa mereka, kemudian berhadapanlah dengan pengikut Muhammad itu dengan kuda kamu, sekiranya kemenangan berpihak kepada kamu maka orang-orang kau akan menurut dari belakang, tapi sekiranya kau kalah maka keluarga kau dan harta kau masih selamat".

Namun Malik ketua agung itu enggan mematuh permintaan itu dengan menegaskan: "Demi Allah tidak akan ku lakukan, sebenarnya kau sudah lanjut usia, pemikiran kau pun sudah nyanyuk. Demi Allah, Hawazin mesti mengikut cakapku, atau pun aku boleh tusukkan pedang ku ini ke perut ku hingga terkeluar dari belakang ku". Sebenarnya beliau tidak suka Duraid memain sebarang peranan yang kelak akan disebut-sebut namanya. Maka jawab seluruh Hawazin: "Ya kami semua mengikut arahan mu". Sekali lagi Duraid berkata: "Inilah hari yang belum pernah lagi aku saksikan sepertinya, aku tidak mahu melepas peluang untuk melihat kesudahannya". Lantas beliau bermadah:

Kiranya ku masih belia

Di medan perang ku mara

Kancahnya ku nyala

Tentera ku terajui

Air mata ku usapi

Kini peperangan bagaikan bin-bin

Ke ruang persembelihan dituntuni



UNIT INTIPAN MUSUH

Beberapa orang risikan yang dihantar oleh Malik kini kembali kepadanya memberi laporan dalam keadaan mengeletar. Kata Malik: "Apa ceritanya?" Jawab mereka; "Kami dapati tentera serba putih di atas belakang kuda-kuda merah dan putih, kami ketakutan dan inilah hal kami".



UNIT INTIPAN RASULULLAH (S.A.W)

Rasulullah telah mendapat maklumat tentang pergerakan musuh, sebagai tindakan maka Rasulullah mengutus Abi Hadad al-Aslami menyuruh beliau menyusup masuk ke tengah-tengah musuh dan tinggal di sana untuk memperolehi maklumat lengkap mengenai mereka. Abu Hadad pun bergerak ke sana.



RASULULLAH BERGERAK MENINGGALKAN MAKKAH MENUJUKE HUNAIN

Tanggal enam (6) haribulan Syawal tahun kelapan (8)Hijrah bersamaan pada hari Sabtu, Rasulullah pun bergerak keluar dari Makkah. Hari itu genap sembilan belas hari Rasulullah memasuki Makkah, Baginda bergerak dengan kekuatan seramai dua belas ribu tentera Islam, sepuluh ribu adalah mereka yang keluar bersama-sama Baginda semasa pembukaan Makkah, selebihnya adalah penduduk Makkah, di mana kebanyakan mereka masih baru lagi menganut Islam. Rasulullah telah meminjamkan seratus pasang baju besi dengan kelengkapannya sekali, buat memikul tanggungjawab Makkah, Baginda telah meletak Utab bin Usaiyed sebagai amirnya.

Di sebelah petang seorang askar berkuda telah datang menemui Rasulullah dengan berkata: Ku telah naik ke bukit itu dan bukit ini, dan ku telah dapati qabilah Hawazin telah keluar seisi rumah mereka, wanita-wanitanya, unta-unta dan harta-hartanya. Rasulullah (s.a.w) senyu.m mendengar laporan berkenaannya sambil berkata: "Itu adalah harta rampasan kaum muslimin besok". Insya Allah, di malam itu secara sukarela Anas bin Abi Mirthad al-Ghanuwi telah menawar dirinya untuk mengawal Rasulullah (s.a.w).

Semasa di dalam perjalanan mereka ke "Hunain" tentera Islam telah melihat sepohon kayu besar menghijau dikenali sebagai "Zat Anwat". Sudah menjadi adat orang Arab untuk menyangkut peralatan senjata mereka di situ. Maka kata sesetengah tentera kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kita Zat Anwat juga seperti mereka mempunyai Zat Anwat mereka. Jawab Rasulullah (s.a.w): "Allahu Akbar, Maha Besar Allah, kamu sanggup berkata demikian. Demi Tuhan yang nyawa Muhammad di tanganNya, kata-kata kamu ini serupri dengan kata-kata kaum Musa kepadanya. Jadikanlah untuk kami Tuhan, seperti mana mereka itu mempunyai Tuhan mereka dan kata Musa: Sesungguhnya kamu ini satu kaum yang jahil, dan sebenarnya inilah ikutan, dan sebenarnya kamu akan mengikuti jalan- jalan orang yang terdahulu dari kamu ". Terdapat juga di antara mereka yang berkata setelah melihat bilangan tentera yang ramai: Di hari ini kita tidak boleh dikalahkan lagi. Kata-kata ini dianggap dan dipandang berat oleh Rasulullah.



TENTERA ISLAM DISERANG HENDAP DAN PENDIRIAN KAUM MUHAJIRIN

Tentera Islam telah sampai ke Hunain pada malam Selasa sepuluh hari terakhir bulan Syawal. Malik bin Auf telah sampai ke situ terlebih dahulu, beliau telah menyusun tenteranya di lembah Hunain, dengan meletakkan kelompok penyerang di sepanjang jalan dan pintu masuk malah di seluruh lereng-lereng bukit Hunain dan lorong-lorongnya, beliau memberi arahan supaya mereka memanah tentera Islam apabila mereka muncul di situ, kemudian menyerang serentak ke atas tentera Islam.

Di hujung malam Rasulullah menyusun tenteranya, Baginda membahagikan tenteranya kepada pasukan-pasukan dan unit-unit, di awal subuh mereka berjalan menuju ke lembah Hunain, semasa tentera Islam turun ke lembah berkenaan, tiba-tiba mereka dihujani dengan serang hendap oleh tentera Malik yang telah lama menunggu di situ, tentera Islam dihujani dengan panahan yang bertubi-tubi, serentak dengan itu unit-unit tentera musuh mengasak mereka, apa lagi tentera Islam pun berpatah balik ke belakang dalam keadaan berkecamuk dan huruhara. lanya adalah satu kekalahan yang parah, hinggakan Abu Sufian yang masih baru lagi dengan Islam pun berkata; "Kekalahan mereka ini tidak akan berhenti kecuali setelah mereka berundur hingga sampai Laut (yakni Laut Merah). Dalam keadaan kelam Kabul Jibillah atau Kildah bin al-Junaid meneriak dengan katanya: "Hari ini sihir sudah tidak menjadi lagi". Rasulullah (s.a.w) mengelak sebelah kanan sambil melaung: "Wahai kalian ayuh ke sini, aku adalah Rasulullah, aku Muhammad Ibni Abdullah". Yang kekal bersama Baginda dalam keadaan yang gawat ini hanya beberapa orang dari kaum Muhajirin dan keluarga Baginda. Di dalam situasi ini terserlah keberanian Rasulullah (s.a.w)yang tiada bandingannya. Rasulullah tampil ke hadapan kaum kafirin dengan memecut keldainya sambil melaung:

Aku adalah nabi sebenar tiada mendusta

Akulah putera Abdul al-Muttalib

Di masa itu Abu Sufian bin al-Harith terus memegang tali keldainya dan al-Abbaspun dengan tunggangannya kedua-dua mereka membantu Rasulullah (s.a.w) supaya keldai tidak memecut laju. Kemudian Rasulullah (s.a.w) turun dengan tangan memohon kepada Allah dengan katanya: Ya Allah Ya TVihanku turunkanlah pertolongan Mu itu.



TENTERA ISLAM BERSATU SEMULA DAN MENERUSKAN PEPERANGAN

Rasulullah mengarah bapa saudaranya al-Abbas yang bersuara lantang untuk melaung kepada semua para sahabat. Kata al-Abbas: Aku melaung sehabis lantang suaraku: "Mana dia para sahabat setia?" Kata al-Abbas seterusnya: Demi Allah, semasa mereka mendengar laungan itu segera mereka berpatah balik bagaikan kembalinya seekor lembu ke hadapan anak kesayangannya. Jawab mereka semua: "Ya Rasulullah, Ya Rasulullah ada orang cuba hendak berpatah balik kepada Rasulullah dengan untanya, sudah tidak terdaya kerana kesesakan, maka ditinggalkannya sahaja tunggangan itu, dengan mengambil pedangnya, dan perisai, terus meluru ke arah suara yang melaung mereka". Setelah terkumpul seratus orang maka mulalah mereka menghadapi tentangan musuh dan terus berperang dengan lebih serius. Setelah itu laungan khusus ditujukan kepada golongan al-Ansar, lebih khusus lagi kepada golongan Banu al-Harith bin al-Khazraj, dengan itu kelompck-kelompok Islam mula bercantum semula satu demi satu hingga pulih dan kembali keadaannya seperti sebelum berlakurya peperangan, dan kini kedua-dua belah pihak saling asak m.sngasak pihak lawannya. Apabila Rasulullah melihat ke arah medan pertempuran, didapati begitu sengit dan setiap pihak bergelut, justeru itu Baginda bersabda: "Kini peperangan memuncak". Maka Baginda mengambil segenggam pasir dan melontarnya ke arah musuh sambil bersabda: "Buta mata kalian". Dengan izin Allah setiap mata musuh terkena pasir lontaran Rasulullah menyebabkan daya saingan mereka luntur dan keadaan mereka kucar kacir.



KEKUATAN MUSUH BERPECAH DIIKUTI DENGAN KEKALAHAN TERUK

Tidak berapa lama selepas Rasul mencampak pasir ke muka musuh, ketaralah kekalahan mereka, dari Thaqif sahaja tujuh puluh (70) orang terbunuh, dengan itu kaum muslimin segera mengondol harta dan peralatan senjata musuh termasuk kaum wanita menjadi tawanan. Perkembangan akhir ini telah pun Allah (s.w.t) menyebut di dalam firmanNya:

" Dan ingatlah peperangan Hunain iaitu kamu menjadi bongkak kerana banyaknya jumlah kamu.maka jumlah yang banyak tidak memberi faedah kepada kamu sedikit pun dan bumi yang luas terasa sempit olehmu kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan orang-orang yang beriman dan Allah menurunkan bala tentera yang kdmu tiada melihatnya dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang kafir dan demikian penbalasan kepada orang-orang kafir ".

(al-Taubah: 25 - 26)

GERAKAN MEMBURU

Sebaik sahaja musuh merasai kekalahan mereka, maka sebahagian mereka segera melarikan diri ke Taif, sekumpulan yang lain lari ke Nakhlah, yang satu lagi ke Autas. Rasulullah segera menghantar satu unit pemburu dipimpin oleh Abu Amir al-Asya'ari, di sana berlaku satu pertempuran kecil di antara kem Islam dan kem musyrikin, berakhir dengan kekalahan puak musyrikin. dalam pertempuran ini Abu Amir al-Asya'ari jatuh syahid. Sekumpulan yang lain memburu kelompok musyrikin yaiig lari ke Nakhlah dan sempat mereka menghancurkan kelompok berkenaan. Bersama mereka Duraid bin al- Sammah, juga dibunuh oleh Rabiah bin Rafi'e. Manakala kelompok yang lari ke Taif, Rasulullah sendiri yang bertindak memburunya dan darinya terkumpul rampasan-rampasan perang yang banyak.



RAMPASAN-RAMPASAN

Rampasan yang dipungut oleh kaum muslimin terdiri dari: Enam ribu (6,000) orang tawanan, dua puluh empat ribu (24,000) ekor unta, lebih empat puluh ribu (40,000) ekor biri-biri dan empat ribu (4,000) awqiyah emas. Rasulullah menyuruh dihimpunkan kesemuanya itu, dan ditempatkan di "al-Ja'ranah", dengan melantik Mas'ud bin Amru al-Ghaffari sebagai penjaganya, tanpa membahagikannya, hinggalah selesai gerakan ghuzwah ke atas "al-Ta'if". Di antara orang yang menjadi tawanan perang ialah al- Syaima' binti al-Harith al-Saadiah saudara sepenyusuan nabi, semasa beliau di bawa ke hadapan Rasulullah serta memperkenalkan dirinya, lalu Rasulullah pun membebaskannya setelah memastikannya dengan suatu tanda yang Baginda mengecaminya. Rasulullah memuliakan beliau malah Rasulullah menghamparkan kainnya untuk beliau dan dipersilakan beliau duduk di situ. Akhirnya Rasulullah menganugerahkan kemerdekaannya dan memulangkannya ke pangkuan keluarganya

Wednesday, November 26, 2008

Suasana Sekitar Majlis Perkahwinan




WALIMAHTULL URRUS,SAUDARA AZRAANI DENGAN NIK MURSHIDAH


Alhamdulilah dengan keizinan dan keredaan Allah SWT majlis kenduri saudara Azraani dapat dijalankan dengan meriah.Majlis diadakan pada 20 November 2008.Kehadiran para tetamu dianggarkan sekitar dua ribu orang.Majlis kenduri ini bermula dari malam hari sebelum kenduri lagi dengan mengadakan majlis marhaban.
Disebalik tabir majlis kenduri saudara azaani ini tersimpul pelbagai faedah yang menarik yang sesuai untuk didengar.Kami sempat menemuramah saudara azraani pada malam hari sebelum majlis kenduri kahwinnya.Wajah saudara azraani yang tersenyum lebar dengan riak muka yang manis jelas mengambarkan kegembiraan hatinya,beliau hanya mengatakan betapa bahagianya bercinta selepas kahwin.Penyataan ini membuatkan kami tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perjalanan kisah pertemuan mereka. Beliau berkata, ana hanya tertarik dengan zaujah ana hanya dengan melihat gambar yang diambil oleh kawan ana semasa satu program diadakan di Kelantan.Perasaan yang sukar digambarkan itu menyebabkan beliau mahu mengenali zaujahnya dengan lebih rapat lagi.Akhirnya mereka pun bertunang dengan restu kedua ibubapa mereka.
Sepanjang tempuh pertunangan mereka yang mengambil masa selama satu tahun jelas menguji keimanan dan kesabaran saudara azraani.Pertunangan mereka tidak seperti pertunangan orang lain,mereka tetap menjaga pergaulan mereka.Saudara azraani berkata mereka hanya berSMS seminggu sekali sahaja.kalau dah berSMS seminggu sekali berjumpa lagilah hanya beberapa kali sahaja,Lihatlah betapa mereka menjaga pergaulan mereka tidak seperti orang melayu masa sekarang yang dengan bertunang sahaja telah keluar berdating kesana kemari.Perlu dingatkan bertunang tidak menghalalkan persentuhan antara mereka dan batas pergaulan perlu dijaga.Apatah lagi budak-budak muda masa sekarang yang tanpa ikatan bertunang sekalipun telah berani naik moto bersama menonggek sana sini.Just diikatkan dengan hubungan yang dikatakan mereka girlfriend dan boyfriend.Ya Allah ampunilah umat islam yang berbangsa melayu ini sesunguhnya melayu mudah melupa siapa pencipta mereka.

Sunday, November 9, 2008

Bersegera dan Jangan Menunda



PDF Print E-mail




Ibnu 'Atha berkata, "Sesungguhnya pada setiap waktu yang datang, maka bagi Allah atas dirimu kewajiban yang baru. Bagaimana kamu akan mengerjakan kewajiban yang lain, padahal ada hak Allah di dalamnya yang belum kamu laksanakan!".

Hari itu adalah hari yang teramat bahagia bagi Handzalah bin Abu Amir. Betapa tidak, ia baru saja melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita yang dicintainya. Saat sedang melaksanakan "kewajibannya" dengan isteri, terdengar olehnya seruan agar kaum Muslimin bersiap sedia untuk menghadapi kaum kafir Quraisy di Bukit Uhud.

Mendengar seruan itu, Handzalah melompat dari medan peraduannya bersama isteri dan segera bergabung dengan tentera Islam lainnya. Dalam pertempuran di Bukit Uhud tersebut, Hanzhalah bertarung dengan sangat berani. Ia bertemu dengan Abu Shufyan bin Harb. Ketika itu, Hanzhalah dalam posisi di atas dan hendak membunuhnya. Tapi mendadak diketahui oleh Syaddad bin Aus dan ia lebih dahulu membunuhnya. Handzalah pun syahid di jalan Allah.

Segera setelah peperangan tamat, Rasulullah SAW menemukan jenazah Handzalah. Beliau bersabda, "Sesunguhnya sahabat kalian (Handzalah) dimandikan oleh malaikat, maka tanyakanlah bagaimana kabar keluarganya". Para sahabat kemudian menemui istri Handzalah. Istrinya berkata, "Ketika mendengar panggilan untuk berperang, suamiku langsung menyambutnya, padahal ia dalam keadaan junub". Mendengar itu, Rasulullah SAW pun berkomentar, "Itulah yang menyebabkan para malaikat memandikan jenazahnya".

Bersegera dan jangan menunda

Entahlah, apakah kita sanggup atau tidak meneladani apa yang dilakukan Handzalah? Terlepas dari sanggup atau tidak, ada satu karakter yang telah ditunjukkan Handzalah, iaitu tidak menunda-nunda. Handzalah tidaklah sendirian. Banyak sahabat dan orang saleh yang sangat haus untuk berbuat kebaikan. Mereka tidak rela bila sedetikpun waktunya berlalu sia-sia. Mereka akan bersegera melakukan sebuah amal, bila amal tersebut telah tiba waktunya. Termasuk meninggalkan amal utama menuju amal yang lebih utama.

Dikisahkan Hasan Al-Banna, misalnya. Suatu ketika salah seorang anaknya sakit keras. Dia dan istrinya benar-benar mengkhawatirkan keadaan sang anak yang makin memburuk. Pada saat yang sama, datanglah panggilan untuk melayani (berkhidmat) pada umat. Di antara dua pilihan tersebut, Al-Banna memilih yang panggilan kedua. Ia pun meninggalkan anaknya yang tergolek lemah di tempat tidur. Saat itu istrinya berkata, "Sanggupkah engkau meninggalkan anakmu yang sedang sakit keras?" Al-Banna menjawab, "Apakah dia akan sembuh dengan adanya aku. Padahal penyakit umat di luar sana jauh lebih penting untuk aku tangani!".

Apa yang menyebabkan Handzalah, Hasan Al-Banna, dan orang-orang saleh lainnya begitu bersemangat dalam kebaikan? Sebabnya, mereka berhasil mengatasi rasa takut. Ketakutan adalah salah satu penyebab orang menunda pekerjaan. Sebenarnya, ada tiga pilihan saat kita dihadapkan pada rasa takut ini, iaitu: menghindarinya, mengharapkannya cepat berlalu, dan melawan rasa takut tersebut dengan segera melakukannya. Orang akan selalu menunda-nunda bila pilihannya jatuh pada nomor satu dan dua. Ia akan mencari seribu satu alasan untuk menghindar dari tugas yang semestinya harus ia lakukan. Pilihan ketiga adalah penyelesaian terbaik dan itulah yang dilakukan Handzalah dan Al-Banna.

Selain itu, mereka pun miliki energi luar biasa untuk berbuat. Energi tersebut lahir dari sebuah impian besar, iaitu keinginan berjumpa dengan Allah SWT. Impian, cita-cita, atau keinginan yang sangat besar adalah penangkal paling efektif untuk menghancurkan rasa takut dan penundaan. Tampaknya, mereka sangat terinspirasi janji dari Allah SWT.

* (#

“Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS Ali Imran [3]: 133).

Yang ketiga, mereka tidak dilalaikan dengan angan-angan kosong. Angan-angan kosong di sini adalah harapan akan hadirnya hari esok. Tampaknya mereka sedar bahwa kesempatan untuk syahid sulit untuk berulang kembali. Walaupun kesempatan itu datang, ia tidak tahu apakah masih hidup atau sudah mati; sedang sihat atau sakit. Benar bila Islam melarang menunda tugas saat ini ke "sebentar lagi", juga amal ini ke "esok". Sebab, kita tidak tahu apa yang ada di balik "sebentar", "esok", atau "nanti" itu.

Ada hikmah menarik dari Imam Ali RA. Ia melukiskan bahwa "saat" itu hanya ada tiga, iaitu (yang) berlalu dan tak dapat diharapkan lagi, maka jadikanlah ia sebagai pelajaran; (yang) kini pasti adanya, jadikanlah ia peluang; dan yang akan datang, tapi ingatlah, boleh jadi ia akan menjadi milik orang lain. Pegang yang pasti, jangan diperdaya oleh esok, dan jangan pula menghadirkan keresahan esok ke hari ini. Kerana, yang demikian itu hanya akan menambah beban diri. "Tahukah Anda bagaimana waktu mencuri usia manusia?" demikian seorang bijak bertanya dengan nada yang retorik. Ia menjawab, "Waktu mencurinya melalui hari esok yang melalaikannya tentang hari ini (dengan menunda), sampai usianya habis".

Bersegera dan tidak menunda adalah cerminan pribadi seorang Muslim. Tepatnya, cerminan dari orang yang sedar akan hakikat waktu. Waktu itu cepat sekali berlalunya. Sekali berlalu, ia tidak akan pernah kembali dan tidak akan pernah tergantikan. Karena itu, waktu menjadi harta termahal yang dimiliki manusia, sehingga menggunakannya dengan cara yang tepat menjadi sebuah kewajiban.

Ada tiga alasan kenapa Allah dan Rasul-Nya mewajibkan manusia untuk tidak menunda sebuah pekerjaan. Pertama, tidak ada jaminan kita bisa hidup hingga esok hari. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang diusahakannya besok (QS Luqman [31]: 34). Siapakah yang dapat menjamin kita bisa hidup hingga besok, lusa, bulan depan, atau tahun depan; padahal kematian begitu dekat dengan tiap manusia. Seorang penyair berkata, "Selesaikan pekerjaanmu hari ini, jangan menunggu besok. Siapa yang akan menanggung perkaramu di esok hari?"

Kedua, dalam setiap waktu ada hak dan kewajiban yang harus ditunaikan. Tidak ada waktu yang kosong dari aktiviti. Pengabaian terhadap hak dan kewajiban tersebut akan membawa kemudharatan berlipat-lipat bagi yang melakukannya. Seorang ahli hikmah berkata bahwa kewajiban pada tiap-tiap waktu memungkinkan untuk diganti, namun hak-hak dari tiap waktu tersebut tidak mungkin diganti. Ibnu 'Atha mengungkapkan, "Sesungguhnya pada setiap waktu yang datang, maka bagi Allah atas dirimu kewajiban yang baru. Bagaimana kamu akan mengerjakan kewajiban yang lain, padahal ada hak Allah di dalamnya yang belum kamu laksanakan!"

Ketiga, baik bersegera ataupun menunda yang terus dilakukan akan menjadikan jiwa terbiasa melakukannya. Tidak akan pernah menjadi penunda "kelas berat", kecuali diawali dengan menunda hal-hal kecil dalam kiraan yang tinggi. Kebiasaan menunda akan menjadi tabiat kedua yang akan sulit ditinggalkan. Kerana itu, Allah SWT melarang hamba-Nya melalaikan waktu sedikitpun, termasuk menunda pekerjaan.

Allah SWT berfirman,


“Sesungguhnya orang Mukmin itu apabila berbuat dosa akan ada di dalam hatinya bintik hitam, seandainya ia bertaubat, maka akan hilang bintik hitamnya; dan apabila ia menambah nescaya akan bertambah (bintik hitam tersebut), sehingga akan menutup hatinya” (QS Al-Muthafiffin [83]: 14). Wallahu a'lam bish-shawab.


Tuesday, October 21, 2008

'Anugerah Datuk kepada Shah Rukh Khan memalukan negara'


PENGURNIAAN Darjah Mulia Seri Melaka (DMSM) yang membawa gelaran Datuk kepada bintang Bollywood, Shah Rukh Khan, menerima kritikan pedas daripada Datuk Seri Abdul Ghapur Salleh (BN-Kalabakan) yang menganggapnya sesuatu yang memalukan negara. Beliau berkata, rakyat tidak melihat sebarang jasa yang disumbangkan Raja Bollywood itu sehingga layak dikurniakan anugerah sempena sambutan Hari Jadi ke-70 Yang di-Pertua Negeri, Tun Mohd Khalil Yaakob, seperti yang diumumkan baru-baru ini. "Apa jasa yang sudah Shah Rukh Khan sumbangkan kepada negara sehingga beliau layak dianugerahkan gelaran Datuk. Ini sangat memalukan.
"Saya syorkan anugerah bintang ditarik balik kerana tiada jasa yang beliau sumbangkan. Ramai lagi anak Melaka yang berjasa atau seniman tanah air yang layak diberikan anugerah ini. "Kalau tidak ditarik balik saya bimbang ada orang yang tidak akan menang sebagai Timbalan Presiden," katanya yang merujuk kepada Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Mohd Ali Rustam yang dicalonkan untuk jawatan berkenaan, ketika perbahasan Rang Undang-Undang Perbekalan Tambahan 2009. Shah Rukh Khan yang terkenal dengan filem Kuch Kuch Hota Hai, dijangka ke Melaka bulan depan untuk menerima gelaran itu. Sebelum ini, Setiausaha Politik Ketua Menteri Melaka, Saadon Basirun, berkata penganugerahan itu adalah bagi menghargai sumbangan Shah Rukh Khan terhadap perkem-bangan pesat industri filem Hindustan di rantau ini, termasuk Malaysia.